Blora – Ribuan warga Desa Tempurejo tumpah ruah di jalan desa untuk menyaksikan rangkaian atraksi budaya, kreasi kostum unik, serta penampilan seni tradisional yang menggugah rasa bangga dan persatuan, dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke- 80, pada Kamis (28/8/2025).
Karnaval yang rutin digelar setiap tahun ini diikuti oleh 5 dukuhan mulai dari bulak, klampok, wonosari, gulingan, bakalan serta elemen masyarakat, pelajar sekolah, instansi, hingga perangkat desa. menjadikan momentum kebersamaan antarwarga, sekaligus ajang pelestarian budaya lokal.
Kegiatan tersebut dengan tema “Bersatu dalam Kreativitas, Melangkah Menuju Tempurejo Maju”,
Acara ini menampilkan ragam potensi desa mulai dari seni tari, musik tradisional, pertunjukan reog mini, arak-arakan kostum bertema alam dan kearifan lokal, hingga pawai kendaraan hias.
Kepala Desa Tempurejo, Kanthi Rahayu menyampaikan rasa syukur dan bangga atas antusiasme masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karnaval HUT RI ke-80 ini bukan hanya hiburan, tetapi juga wujud syukur atas kebersamaan yang terjalin, semoga semangat gotong royong dan nasionalisme senantiasa terjaga, sehingga tempurejo dapat menjadi desa yang gemah ripah loh jinawe, maju, dan sejahtera,”ujarnya, dalam keterangannya.
Warga dari berbagai dusun turut serta memeriahkan acara. Anak-anak tampil percaya diri dengan kostum warna-warni, sementara kelompok ibu-ibu menampilkan parade busana kreasi batik khas Blora dan dancer.
Tak ketinggalan, barisan pemuda desa menunjukkan inovasi melalui kostum daur ulang ramah lingkungan yang mendapat banyak apresiasi penonton.
Sorak sorai penonton semakin riuh saat penampilan drumband mengiringi jalannya pawai. Beberapa kelompok seni bahkan menampilkan teatrikal perjuangan kemerdekaan yang membuat suasana haru sekaligus membangkitkan rasa nasionalisme.
Kegiatan karnaval tersebut ditutup dengan penampilan peserta pawai didepan panggung kehormatan,
Dengan penuh keceriaan, karnaval Desa Tempurejo menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan budaya lokal masih terjaga di tengah modernisasi, serta menjadi simbol persatuan warga Blora.
Penulis : Brotoseno
Editor : Doni Suntana