PATI – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir memicu genangan dan sisa banjir di sejumlah titik jalan. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati meningkatkan kesiapsiagaan demi menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar lantas).
Curah hujan tinggi yang terjadi selama dua hari sebelumnya menyebabkan beberapa wilayah sempat terendam banjir. Meski air kini berangsur surut, dampak lanjutan berupa lumpur masih ditemukan di ruas jalan dan kawasan permukiman, sehingga berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Menyikapi situasi tersebut, sejak Minggu (11/1/2026) pukul 08.00 WIB, Satlantas Polresta Pati mengerahkan personel ke lapangan untuk melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta patroli di titik-titik rawan genangan dan sisa banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pengaturan arus lalu lintas, personel juga terlibat dalam pembersihan lumpur di badan jalan melalui penyemprotan dan kerja bakti bersama warga. Upaya ini dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan licin serta mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di jalur Pantura Pati–Rembang, tepatnya di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan. Di titik tersebut terdapat genangan air setinggi sekitar 5 sentimeter di bahu jalan dan sedikit masuk ke lajur sebelah selatan, namun tidak sampai menghambat arus utama kendaraan.
Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan jajarannya bergerak cepat menyesuaikan dinamika situasi cuaca yang cukup ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
“Kami melakukan langkah-langkah antisipatif dengan menempatkan personel di titik-titik rawan banjir dan gangguan lalu lintas, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar,” ujar Kompol Riki Fahmi.
Ia menjelaskan, kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk mengatur arus kendaraan, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna jalan di tengah kondisi jalan yang masih licin akibat sisa lumpur.
“Pengamanan dan patroli kami fokuskan pada ruas jalan yang terdampak genangan dan sisa banjir, termasuk jalur utama dan kawasan permukiman,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci dalam percepatan penanganan dampak banjir, khususnya terkait normalisasi lingkungan dan infrastruktur jalan.
“Kami terus berkoordinasi dengan DPUTR, BBWS, serta instansi terkait lainnya untuk mendukung pembersihan lumpur, pengerukan saluran air, dan normalisasi sungai,” ungkap Kompol Riki Fahmi.
Ia menambahkan, personel Satlantas juga turut membantu masyarakat yang tengah melakukan pembersihan pasca banjir sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polri.
“Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya mengatur lalu lintas tetapi juga membantu langsung di lapangan,” katanya.
Kompol Riki Fahmi memastikan, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas di wilayah hukum Polresta Pati masih terpantau relatif kondusif, termasuk di jalur Pantura yang menjadi jalur vital nasional.
“Secara umum arus lalu lintas aman dan lancar. Meski masih terdapat genangan di beberapa titik, semuanya masih dapat dilalui dengan aman,” tegasnya.
Ia pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama, pungkasnya.
Sumber Berita : Humas Polresta Pati







