Polresta Pati melalui Satuan Lalu Lintas kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda dengan melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa melalui peran sebagai pembina upacara di SMA Negeri 3 Pati, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf sekolah.
Upacara bendera berlangsung khidmat dengan pembina upacara Waka Satlantas Polresta Pati AKP Muhari S, S.H., M.H didampingi jajaran Satlantas. Hadir pula Kanit Turjawali IPTU Purwanto, S.H., Kepala Sekolah SMA N 3 Pati, dewan guru, serta ratusan siswa-siswi yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati, KOMPOL Riki Fahmi Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia pelajar. Ia menegaskan, edukasi langsung di lingkungan sekolah menjadi sarana efektif menanamkan disiplin dan kesadaran hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui upacara bendera ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan pelajar dan memberikan pemahaman bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” ujar KOMPOL Riki.
Dalam amanat upacara, disampaikan pula informasi terkait pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif untuk menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.
“Operasi Keselamatan Candi 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih patuh terhadap aturan lalu lintas,” jelasnya.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada isu kenakalan remaja yang kerap beririsan dengan pelanggaran lalu lintas, seperti balap liar dan penggunaan knalpot tidak standar atau brong. Kasat Lantas menekankan bahwa perilaku tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat balap liar dan tidak menggunakan knalpot brong karena risikonya sangat besar,” tegas KOMPOL Riki.
Menurutnya, peran sekolah dan orang tua sangat penting dalam mengawasi serta membimbing anak-anak agar tidak terjerumus pada perilaku negatif di jalan raya. Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga dinilai menjadi kunci keberhasilan pembinaan pelajar.
“Pembinaan tidak bisa dilakukan sendiri oleh polisi, perlu dukungan sekolah dan keluarga agar anak-anak kita tumbuh menjadi pelopor keselamatan,” ungkapnya.
KOMPOL Riki juga berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menularkan perilaku tertib berlalu lintas kepada teman sebaya. Edukasi yang diterima di sekolah diharapkan berdampak luas di masyarakat.
“Kami ingin siswa SMA N 3 Pati menjadi contoh dan pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di sekolah maupun di luar,” katanya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Satlantas Polresta Pati dan pihak sekolah. Secara keseluruhan, pelaksanaan upacara dan penyampaian pesan kamtibmas berjalan aman, lancar, dan tertib.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik, semoga pesan yang kami sampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh para siswa,” tutup KOMPOL Riki Fahmi Mubarok.
Sumber Berita : Humas Polresta Pati







