Blora, – Ribuan petani tebu di Kabupaten Blora yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menggelar aksi demontrasi di Alun-alun Blora, Kamis (2/4/2026).
Ada dua tuntutan utama dalam unjuk rasa tersebu.
Yakni, mendesak Bulog memperbaiki mesin giling Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog serta perombakan manajemen pabrik gula.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mesin giling pabrik gula PT GMM Bulog yang berada di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora rusak sejak tahun.lalu.
Kerusakan tersebut mengakibatkan banyak tebu hasil panen petani Blora tidak terserap dalam musim giling 2025.
Jika tidak segera diperbaiki, hasil panen tebu petani Blora terancam tidak terserap lagi tahun ini.
“Kami menuntut perbaikan pabrik gula GMM sesegera mungkin,” ujar Antok, salah seorang peserta aksi.
Ribuan petani tersebut datang ke alun-alun dengan menaiki puluhan truk.
Sejumlah traktor bajak lahan tebu juga dibawa.
Wahyuningsih selaku koordinator aksi dalam orasinya mengajak peserta unjuk rasa secara damai. “Aksi ini aksi damai, tidak boleh anarkis,” tegasnya.
Sejumlah aparat keamanan dari Polri dan TNI mengamankan jalannya aksi ini.
“Ini aksi pertama. Kalau tuntutan kami tidak diperhatikan dan dikabulkan, kami akan menggelar aksi lagi dengan massa lebih besar,” tegas Sekretaris APTRI Blora Anton Sudibyo.
Sumber Berita : Brotoseno







