Proyek Pembangunan Sentra UMKM Semampir, Pati Mandeg Gara-Gara Intimidasi

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja Sentra UMKM Semampir Diduga Diintimidasi, Proyek Pembangunan Terganjal

PATI – Sejumlah pekerja proyek pembangunan Sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Semampir, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, diduga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh beberapa oknum.

Padahal proyek tersebut, merupakan sewa mitra antara pengelola dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PSDA) Serang Lusi Juana Provinsi Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya adalah membuat sentra UMKM Semampir, dengan target membuatkan lapangan pekerjaan warga sekitar.

Dengan demikian, roda ekonomi di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani, khususnya warga Semampir bisa berputar. Selain meningkatkan pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Tengah.

Pekerja proyek UMKM Semampir, Agus Suprapto mengaku, mendapatkan intimidasi oleh sejumlah oknum saat proses pembongkaran ruko lama dan pembangunan ulang ruko baru.

“Istilahnya komplain minta surat izin bongkar, kan kita tidak tahu, kita cuma pekerja. Dipaksa diminta KTP,” keluh tukang bangunan itu saat ditemui di lokasi, Jumat (17/1/2025).

Tidak hanya itu, bahkan dia dituding mengambil barang di kios lama yang dibongkar tersebut. Padahal para pekerja mengumpulkan barang-barang tersebut ke satu tempat yang aman, agar tidak dicuri orang.

Baca Juga :  Polresta Pati Gelar Donor Darah Serentak Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-74

“Dituding dikira mengambil barang-barang yang dibongkar berupa velg, bekas bangunan, kayu, galfalum. Semua itu diamankan (biar gak dicuri),” jelas dia.

Bahkan salah satu pekerja lainnya, mendapatkan perlakuan yang lebih tidak mengenakan. Yakni hampir dihantam bambu oleh seorang oknum pengguna ruko lama.

“Hampir dihantam dengan bambu, belum sempat sih, gertak, ancam-ancam gitu. Ngakunya pemilik. Itu kejadiannya bulan kemarin, Desember 2024. Dia yang punya tempat, gaya preman bawa bambu gitu,” beber Ahmad Reza Tanjung.

Imbas segala bentuk dugaan perlakuan tidak menyenangkan itu mengakibatkan proyek pembangunan sentra UMKM semampir molor dari waktu yang seharusnya.

Sementara itu, Pengelola Sentra UMKM Semampir, Diana, mengamini jika adanya hal-hal tersebut menghambat berjalannya proyek. Sehingga dia khawatir jika tidak berjalan sesuai target bakal merugikan pemerintah.

“Saya bermitra dengan PSDA, sewa mitra itu sudah 7 bulan lalu. Sehingga secara project 1 tahun waktu yang seharusnya sudah 40 persen menjadi terkendala,” ungkapnya.

Diana mengungkapkan, sebelum melakukan pembongkaran sejumlah ruko. Pihak PSDA Serang Lusi Juana telah memberikan surat peringatan (SP) 1, 2, hingga 3 kepada pihak penyewa lama, hanya saja tidak diindahkan.

Baca Juga :  Sambangi SPBU hingga Kolam Renang, Satbinmas Polresta Pati Perkuat Preemtif Ops Lilin Candi 2025

Termasuk, jauh hari sebelumnya acap kali digelar audiensi antara instansi terkait selaku pemilik lahan, pihak pengelola, pihak penyewa, dan pihak-pihak lain.

“Saya disuruh PSDA untuk membongkar, sehingga tahun depan bisa melanjutkan proses sewa. Karena kaitannya untuk pendapatan daerah Provinsi Jawa Tengah. Sudah ada komunikasi,” imbuh Diana.

Uniknya, menurut informasi yang didapatkan, bahwa pengguna bangunan ruko yang lawas bukanlah pihak penyewa, tetapi disewakan lagi kepada orang lain.

Meski begitu, adanya sedikit gesekan ini bisa redam. Bahkan dia secara nurani memberikan tawaran kepada penyewa lama, untuk menggunakan lagi bangunan baru usai rampung dikerjakan. Tentunya dengan syarat dan ketentuan baru alias melakukan pendaftaran ulang.

Diana berharap, tidak ada lagi dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang menyasar pekerja proyek sentra UMKM Semampir.

“Tenaga kerja saya beberapa kali dibegitukan, diintimidasi. Sehingga pekerjaan ini tertunda selama 4 bulan. Padahal harusnya ini harus bersih, karena pembangunan bertahap,” keluh dia.

Berita Terkait

Polisi Siaga Pantau Banjir di Jakenan, Pastikan Jalan dan Permukiman Tetap Aman
Hujan Lebat Picu Genangan, Satlantas Polresta Pati Sigap Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas
Pasca Tanggul Jebol, Polresta Pati Salurkan Sembako dan Lakukan Kerja Bakti Bersihkan Lumpur dan Sampah di Margoyoso
Polsek Tayu Sigap Tangani Pohon Tumbang di Jalur Pati–Tayu, Arus Lalin Kembali Lancar
Banjir di Kota Pati, Satpolairud Polresta Pati Turun Bersihkan Lumpur Jalan KH Ahmad Dahlan
Polsek Jaken Bergerak Cepat Tangani Jembatan Amblas di Sungai Randugunting
Pasca Longsor, Polsek Tlogowungu Bersama Warga Buka Akses Jalan ke Dukuh Pulingan
Luapan Sungai Silugonggo Terjang Tayu, Polsek Tayu Turun Tangan Pimpin Bersih-Bersih Pascabanjir
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:42 WIB

Polisi Siaga Pantau Banjir di Jakenan, Pastikan Jalan dan Permukiman Tetap Aman

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:39 WIB

Hujan Lebat Picu Genangan, Satlantas Polresta Pati Sigap Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:00 WIB

Pasca Tanggul Jebol, Polresta Pati Salurkan Sembako dan Lakukan Kerja Bakti Bersihkan Lumpur dan Sampah di Margoyoso

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:56 WIB

Polsek Tayu Sigap Tangani Pohon Tumbang di Jalur Pati–Tayu, Arus Lalin Kembali Lancar

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:53 WIB

Banjir di Kota Pati, Satpolairud Polresta Pati Turun Bersihkan Lumpur Jalan KH Ahmad Dahlan

Berita Terbaru