Modus Cash Tempo Berujung Penggelapan Miliaran Rupiah, Satreskrim Polresta Pati Tetapkan Pengusaha Ikan Jadi Tersangka

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Satreskrim Polresta Pati mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah. Kasus tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pati pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 13.00 WIB hingga selesai, dipimpin Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.

Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan tersangka berinisial FB (35), warga Desa Doropayung RT 04 RW 02 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Tersangka diduga melakukan penipuan dan penggelapan dalam transaksi pembelian ikan di perusahaan cold storage PT Soyo Aji Perkasa yang berada di wilayah Desa Margomulyo, Kecamatan Juwana.

Kapolesta Pati melalui Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama menjelaskan, kasus bermula saat tersangka melakukan komunikasi dengan korban terkait stok ikan yang tersedia di gudang cold storage PT Soyo Aji Perkasa pada Januari 2025. “Tersangka awalnya menawarkan kerja sama pembelian ikan dengan sistem pembayaran cash tempo selama satu minggu,” jelas Kompol Dika saat konferensi pers.

Menurutnya, tersangka kemudian beberapa kali melakukan pembelian ikan dalam jumlah besar sejak 13 Januari hingga 22 Februari 2025. Dari hasil penyidikan, total nilai pembelian mencapai Rp3.191.296.000. “Namun hingga jatuh tempo, tersangka tidak melakukan pembayaran sama sekali kepada pihak perusahaan,” ungkapnya.

Kompol Dika menambahkan, hasil penyelidikan menunjukkan ikan hasil pembelian tersebut telah dijual kembali oleh tersangka. “Uang hasil penjualan ikan digunakan untuk membayar utang pribadi, bermain judi online, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Dalam proses penyidikan, Satreskrim Polresta Pati telah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya Wahyuni selaku admin keuangan PT SAP, Sofyan staf gudang, Adnan pekerja tally, Royra pekerja tally, hingga beberapa sopir dan pembeli ikan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa nota penjualan ikan, bundel dokumen transaksi, rekening koran bank, kartu ATM, serta buku rekening yang berkaitan dengan aliran dana transaksi.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang kami kumpulkan, penyidik menemukan adanya unsur tindak pidana penipuan maupun penggelapan sehingga status yang bersangkutan kami naikkan menjadi tersangka,” terang Kompol Dika.

Baca Juga :  Polresta Pati Jadi Tuan Rumah Penilaian Lomba TPTKP dan Olah TKP Laka Lantas Eks Wilayah Pati

Ia menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polresta Pati dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha di Kabupaten Pati. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi bisnis, terutama yang menggunakan sistem pembayaran tempo dalam jumlah besar,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut. “Kami masih melakukan pengembangan untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana ini,” tambah Kompol Dika.

Akibat perbuatannya, tersangka FB dijerat Pasal 492 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP subsidair Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. “Ancaman pidana terhadap tersangka paling lama empat tahun penjara,” pungkas Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.

(Humas Resta Pati)

Berita Terkait

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal
Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba
Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta
Lapas Pati Kukuhkan Amanah Baru Pegawai melalui Pelantikan dan Penyematan Tanda Pangkat
Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Selamatkan 2 ABH melalui Diversi
Ribuan Massa LSM Harimau Datangi MNC Tower, Sampaikan 7 Tuntutan Yang Menyeret Hary Tanoesoedibjo
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:17 WIB