Nelayan Hilang Diterjang Badai di Pati Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Juwana

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati – Seorang nelayan asal Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat badai di Laut Jawa. Korban bernama Oki Dimas Pebriyanto (25) ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan utara Juwana, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan membenarkan penemuan jasad tersebut. Ia mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melakukan pencarian mandiri di laut.
“Korban ditemukan oleh nelayan sekitar yang sejak pagi melakukan pencarian bersama sekitar 20 perahu,” ujar Kompol Hendrik Irawan kepada wartawan.

Menurut Kompol Hendrik, setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju rumah duka di Desa Banyutowo. Selanjutnya, tim medis dari Puskesmas Dukuhseti melakukan pemeriksaan luar.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Hendrik.

Kompol Hendrik menjelaskan, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (21/1/2026) saat melaut dan dihantam badai di perairan Laut Jawa. Saat itu kondisi cuaca disebut cukup ekstrem.
“Korban diduga terjatuh ke laut akibat cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pencarian melibatkan unsur Satpolairud, SAR, Polsek Dukuhseti, pemerintah desa, serta masyarakat nelayan. Koordinasi intens dilakukan sejak laporan awal diterima.
“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat,” ucap Hendrik.

Selain satu korban yang telah ditemukan, Kompol Hendrik mengungkapkan masih ada satu nelayan lain yang hingga kini belum ditemukan. Korban kedua bernama Winarto (42), warga Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti.
“Satu korban lainnya masih dalam pencarian dan akan dilanjutkan besok pagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Distribusi pertama Dapur Yayasan Damar Bhinneka nusantara di kota singkawang.

Pencarian lanjutan akan difokuskan di sekitar lokasi awal korban hilang dan mengikuti arah arus laut. Tim gabungan akan melakukan penyisiran menggunakan perahu nelayan dan kapal patroli.
“Kami menyesuaikan pencarian dengan kondisi arus dan cuaca di lapangan,” kata Hendrik.

Kompol Hendrik juga mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca, khususnya saat musim angin barat. Ia meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut jika cuaca tidak memungkinkan.
“Keselamatan adalah yang utama, selalu pantau informasi cuaca sebelum melaut,” pungkasnya.

Sumber Berita : Humas Polresta Pati

Berita Terkait

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal
Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba
Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta
Lapas Pati Kukuhkan Amanah Baru Pegawai melalui Pelantikan dan Penyematan Tanda Pangkat
Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Selamatkan 2 ABH melalui Diversi
Ribuan Massa LSM Harimau Datangi MNC Tower, Sampaikan 7 Tuntutan Yang Menyeret Hary Tanoesoedibjo
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:17 WIB