Polda Jateng Laksanakan Program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru; Indonesia Tertinggi ke 2 Penderita di Dunia

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Jateng – Kota Semarang | Polda Jawa Tengah saat ini melaksanakan inovasi program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan penyakit menular di wilayah Jawa Tengah.

Dalam keterangannya, Kabiddokkes Polda Jateng KBP drg. Agung Hadi Wijanarko, Sp.BM., MARS., FisQua menyampaikan bahwa program tersebut dilatarbelakangi tingginya angka kasus TB di Indonesia.

“Berdasarkan data nasional, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India dengan jumlah penderita TB aktif mencapai sekitar 1 juta jiwa. Indonesia juga menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia,” kata Kabiddokkes, Sabtu (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, angka keberhasilan program penanganan TB di Indonesia masih berada pada angka 86 persen, sedangkan cakupan tracing atau penemuan kasus baru masih sekitar 77 persen sehingga dinilai masih perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

“ angka keberhasilan program penanganan TB di Indonesia masih berada pada angka 86 persen, sedangkan cakupan tracing atau penemuan kasus baru masih sekitar 77 persen sehingga perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, ” tambahnya.

Kabiddokkes juga menjelaskan bahwa berdasarkan data Situasi Tuberkulosis Indonesia Tahun 2025, Jawa Tengah tercatat menjadi provinsi ketiga dengan kasus TB paru terbanyak di Indonesia dengan jumlah mencapai 105.428 kasus, setelah Jawa Barat sebanyak 150.000 kasus dan Jawa Timur sebanyak 120.000 kasus.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Squad Nusantara Jepara Siap menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.

“Sementara itu, sebaran kasus TB paru aktif di Jawa Tengah tahun 2026 menunjukkan lima wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yakni Kabupaten Brebes sebanyak 8.291 kasus, Kabupaten Banyumas 7.517 kasus, Kabupaten Tegal 6.750 kasus, Kota Semarang 6.390 kasus, dan Kabupaten Cilacap sebanyak 6.261 kasus,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Polda Jateng melaksanakan sejumlah kegiatan dalam program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru, di antaranya program Polri Tracing TB Paru melalui pelatihan tracer TB kepada para Bhabinkamtibmas serta pelaksanaan tracing terhadap orang-orang terdekat penderita TB paru.

Selain itu, dilakukan pula launching program berupa pembuatan dan distribusi buku saku pedoman Bhabinkamtibmas Tracer TB, penyediaan KIT TB Paru, hingga pengoperasian mobil dan motor jemput pasien TB guna membantu akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus penguatan peran preventif dan humanis Polri di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Dari Ketelitian Jadi Prestasi: CPNS Lapas Pati Sabet Penghargaan dari DIRJENPAS di Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62

“Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian Polri dalam mendukung eliminasi TB di Indonesia. Kami mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai tracer di lapangan untuk membantu menemukan kasus lebih dini, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan penderita TB mendapatkan akses pengobatan yang tepat,” ujar Kombes Pol. Artanto.

Dirinya menambahkan bahwa keberhasilan penanganan TB tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, namun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.

“Melalui sinergi lintas sektor, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TB semakin meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, angka penularan dapat ditekan” pungkasnya.

Kabid Humas juga menegaskan bahwa Polda Jateng berupaya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan publik.

“Penanganan TB paru bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kami mendukung penuh langkah Biddokkes bersama stakeholder terkait dalam memperkuat edukasi, tracing, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Kombes Pol. Artanto.

Berita Terkait

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal
Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba
Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta
Lapas Pati Kukuhkan Amanah Baru Pegawai melalui Pelantikan dan Penyematan Tanda Pangkat
Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Selamatkan 2 ABH melalui Diversi
Ribuan Massa LSM Harimau Datangi MNC Tower, Sampaikan 7 Tuntutan Yang Menyeret Hary Tanoesoedibjo
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:17 WIB