Seorang Tukang Kayu di Bogorejo, Meninggal Dunia Terkena Mata Pisau Gerinda

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blora, – Peristiwa tragis menimpa S (69), seorang petani asal Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah anaknya akibat mengalami luka parah setelah terkena mata pisau yang dipasang pada mesin gerinda, Selasa (14/04/2026).

Insiden ini pertama kali diketahui oleh anak korban, AZ (39), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, saksi mencari keberadaan ayahnya di rumah sang kakak, Marpuah, yang kebetulan sedang kosong namun sering digunakan korban untuk melakukan aktivitas pertukangan. Saat memasuki rumah tersebut, saksi mendapati korban sudah dalam posisi telentang bersimbah darah.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H., membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, korban diduga kuat mengalami kecelakaan kerja saat sedang mengoperasikan mesin gerinda.

“Korban terkena mata pisau buatannya sendiri sepanjang 14 cm yang dipasang pada mesin gerinda. Saat mesin dihidupkan, mata pisau tersebut menyangkut pada jaring paranet yang berada di dekatnya hingga patah dan terpental mengenai kaki korban,” terang AKP Midiyono.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka terbuka yang cukup dalam pada paha kaki kiri dan pergelangan kaki kanan hingga mengakibatkan patah tulang. Berdasarkan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Bogorejo, penyebab utama kematian korban adalah kehabisan darah akibat putusnya pembuluh darah arteri di bagian paha.

Baca Juga :  Kapolres Blora Cup U-10 Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

“Pihak medis menyatakan terdapat luka terbuka pada paha kiri dengan kedalaman mencapai tulang yang memicu pendarahan aktif. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” tambah Kasihumas.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin gerinda, dua buah mata pisau modifikasi, jaring paranet, serta peralatan pertukangan lainnya. Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memang memiliki kebiasaan memodifikasi sendiri alat-alat pertukangan untuk kegiatannya sehari-hari.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pertukangan, terutama alat yang telah dimodifikasi secara mandiri karena memiliki risiko keamanan yang tinggi.

Sumber Berita : Brotoseno

Berita Terkait

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal
Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba
Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta
Lapas Pati Kukuhkan Amanah Baru Pegawai melalui Pelantikan dan Penyematan Tanda Pangkat
Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Selamatkan 2 ABH melalui Diversi
Ribuan Massa LSM Harimau Datangi MNC Tower, Sampaikan 7 Tuntutan Yang Menyeret Hary Tanoesoedibjo
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:17 WIB