Karakter Mobile Legends Kreasi Cosplayer dari Berbagai Daerah Jadi Magnet Keseruan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Jateng-Karanganyar | Sosok Wanwan, Guinevere hingga Fanny seolah keluar dari dunia maya dan hadir langsung di tengah keramaian De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (20/6/2026). Kehadiran para cosplayer dari berbagai daerah menjadi salah satu magnet tersendiri yang menyemarakkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026. Tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen dan berfoto bersama karakter favorit mereka dari Mobile Legends.

Nuansa festival yang kental terasa sejak memasuki area acara. Berbagai karakter ikonik Mobile Legends tampil dengan kostum dan atribut yang dibuat menyerupai aslinya, menambah warna tersendiri di tengah sengitnya persaingan para atlet esports terbaik Jawa Tengah.

Diantaranya seperti yang ditampilkan oleh Nay (21), cosplayer asal Solo yang tampil memerankan karakter Wanwan. Sementara itu Nayomi (16), juga dari Solo, hadir mengenakan kostum karakter Guinevere yang anggun dan menjadi perhatian para pengunjung. Tak kalah menarik, Vita (28), cosplayer asal Yogyakarta, tampil sebagai Fanny dengan kostum yang dibuatnya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vita mengaku membutuhkan waktu sekitar 20 hari untuk menyelesaikan kostum tersebut dengan biaya mencapai kurang lebih Rp 2 juta. Menurutnya, proses pembuatan kostum membutuhkan ketelitian agar karakter yang diperankan dapat tampil semirip mungkin dengan aslinya.

Baca Juga :  Polda Jateng Bagikan 2.856 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Wujud Kepedulian Sosial di Hari Idul Adha

“Biasanya saya mengikuti event cosplay dan jejepangan yang diadakan komunitas. Tapi di sini suasananya lebih besar dan lebih ramai. Yang paling seru, tema cosplay-nya sama-sama Mobile Legends sehingga terasa lebih kompak. Biasanya kalau di event lain temanya campuran, jadi di sini lebih seru karena sesama cosplayer dan pengunjung sama-sama familiar dengan karakter yang ditampilkan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan kehadiran cosplay dalam Kapolda Jateng Cup 2026 bukan sekadar menghadirkan hiburan visual, melainkan juga sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan ekosistem ekonomi kreatif yang berkembang di kalangan generasi muda.

“Cosplay merupakan seni kreatif yang memadukan kemampuan merancang kostum, tata rias, hingga seni pertunjukan. Di balik penampilan para cosplayer terdapat proses yang panjang, mulai dari riset karakter, pembuatan properti, hingga keberanian untuk tampil di depan publik. Ini adalah bentuk kreativitas yang patut diapresiasi,” ujar Kombes Pol Artanto.

Menurutnya, esports dan cosplay tumbuh dari ekosistem komunitas yang sama dan sama-sama menjadi ruang ekspresi positif bagi generasi muda. Melalui Kapolda Jateng Cup 2026, Polda Jateng ingin menghadirkan festival yang tidak hanya menyuguhkan kompetisi, tetapi juga memberi ruang bagi kreativitas dan kebersamaan.

Baca Juga :  Polisi Pati Perkuat Sabuk Kamtibmas Pesisir di Dermaga Bendar Juwana

“Cosplay telah berkembang menjadi bagian dari industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Di dalamnya ada costume maker, prop maker, fotografer, videografer hingga content creator. Kami ingin menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi karya dan bahkan peluang yang bernilai positif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Artanto menuturkan bahwa antusiasme para cosplayer dan pengunjung menunjukkan bahwa Kapolda Jateng Cup 2026 telah berkembang menjadi festival komunitas yang mampu mempertemukan para pecinta esports, budaya pop, dan generasi muda dalam satu ruang interaksi yang sehat dan menyenangkan.

“Kami ingin Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi momentum kebersamaan bersama masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang dapat menyalurkan kreativitasnya melalui kegiatan yang positif, memperluas pertemanan, dan membangun komunitas yang sehat serta membanggakan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lapas Pati Bekerja Sama dengan Dinas Pendidikan Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Lapas Pati Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, 41 Warga Binaan Dinyatakan Negatif
Dicecar Puluhan Pertanyaan, Pelapor Dugaan Keracunan MBG SPPG Sukorejo 2 Blora Diperiksa Polisi
HUT ke-67 Pepabri Blora: Teguhkan Semangat Perjuangan, Rawat Persatuan Bangsa
WOD Bapas Pati, Hadirkan Pelayanan di Akhir Pekan untuk Klien Pemasyarakatan
SPPG Sukorejo 2 Diselidiki, Polisi Telusuri Dugaan Pidana di Kasus MBG Blora
HUT Ke-67 PEPABRI Blora, Ziarah Rombongan ke TMP Wira Bhakti Kobarkan Api Perjuangan Bangsa
Mahasiswa Untag Semarang Adukan Pengelola SPPG Sukorejo 2 ke Polres Blora, Buntut 216 Orang Terdampak Dugaan Keracunan MBG
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:36 WIB

Lapas Pati Bekerja Sama dengan Dinas Pendidikan Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Rabu, 23 September 2026 - 09:40 WIB

Lapas Pati Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, 41 Warga Binaan Dinyatakan Negatif

Selasa, 15 September 2026 - 12:12 WIB

Dicecar Puluhan Pertanyaan, Pelapor Dugaan Keracunan MBG SPPG Sukorejo 2 Blora Diperiksa Polisi

Selasa, 15 September 2026 - 12:10 WIB

HUT ke-67 Pepabri Blora: Teguhkan Semangat Perjuangan, Rawat Persatuan Bangsa

Minggu, 13 September 2026 - 09:35 WIB

WOD Bapas Pati, Hadirkan Pelayanan di Akhir Pekan untuk Klien Pemasyarakatan

Berita Terbaru