PATI — Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya membuka ruang seluas-luasnya bagi ide, inovasi, dan solusi dari generasi muda untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka kegiatan Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (6/8), yang diikuti siswa SMA, SMK, dan MAN se-Kabupaten Pati.
“Kami Pemerintah Kabupaten Pati sangat terbuka menerima inovasi-inovasi dari adik-adik semua. Ayo kita bareng-bareng membangun Kabupaten Pati dengan kreasi nyata, dengan inovasi dari adik-adik semua,” kata Chandra.
Ia menjelaskan, generasi muda merupakan motor penggerak pembangunan masa depan. Karena itu, kreativitas, keberanian berinovasi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi harus terus dikembangkan agar mampu melahirkan solusi nyata bagi daerah.
“Jangan sampai teknologi hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Manfaatkan AI dan perkembangan teknologi untuk belajar, berkompetisi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujar Chandra.
Menurutnya, Kabupaten Pati memiliki modal besar untuk terus berkembang. Potensi pertanian, perikanan, dan kelautan didukung garis pantai sekitar 60 kilometer serta ribuan kapal perikanan yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Produk unggulan seperti bandeng dan garam Pati juga memiliki daya saing yang tinggi.
Chandra mengatakan, potensi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah, seperti banjir saat musim hujan maupun kekeringan ketika musim kemarau. Ia berharap inovasi dari generasi muda mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan tersebut.
Ia juga mengajak para pelajar membangun lingkungan pergaulan yang positif karena kualitas teman dan mentor akan sangat menentukan perkembangan diri. Menurutnya, negara-negara maju mampu berkembang karena didukung generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki semangat untuk terus belajar.
Sementara itu, Pujiyono Suwadi dari Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegelisahan terhadap berbagai persoalan bangsa harus diubah menjadi aksi nyata. Anak muda didorong meninggalkan budaya pesimis dan berani menciptakan perubahan melalui karya, pendidikan, maupun kewirausahaan.
Selain memotivasi peserta untuk mengejar pendidikan tinggi melalui berbagai peluang beasiswa, narasumber tersebut juga mendorong siswa yang memilih jalur wirausaha agar aktif membangun jejaring dengan para pelaku usaha serta berani menjelajahi berbagai daerah untuk memperluas wawasan dan melihat potensi Indonesia secara langsung.






