Pati Genjot Pemantauan Ibu Hamil Berisiko Tinggi

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Angka kematian ibu di Kabupaten Pati masih menjadi perhatian serius. Untuk mempercepat penurunannya, Pemerintah Kabupaten Pati meluncurkan TEMPAYAN BU HARTI (Sistem Pemantauan dan Pelayanan Ibu Hamil Risiko Tinggi) di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/7).

Peluncuran yang digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati itu menjadi langkah untuk memperkuat pemantauan ibu hamil berisiko tinggi melalui sistem digital, peningkatan layanan kesehatan, serta melalui sinergi lintas sektor.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan prioritas daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pada tahun lalu tercatat 13 kasus kematian ibu, sedangkan hingga Juli tahun ini sudah mencapai sembilan kasus sehingga memerlukan penanganan yang lebih cepat dan terintegrasi.

«”Angka kematian ibu di Kabupaten Pati masih menjadi perhatian serius. Tahun lalu tercatat 13 kasus, dan hingga Juli tahun ini sudah mencapai 9 kasus. Melalui TEMPAYAN BU HARTI, saya berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memantau ibu hamil risiko tinggi agar angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan,” ujar Chandra.»

Baca Juga :  SIM Keliling Satlantas Polresta Pati Diserbu Warga TMMD Desa Godo, Kasatlantas: Pelayanan Harus Hadir Dekat Masyarakat

Ia menilai aplikasi TEMPAYAN BU HARTI akan menjadi instrumen penting dalam mendeteksi lebih dini kondisi ibu hamil berisiko tinggi. Karena itu, Chandra meminta seluruh tenaga kesehatan melakukan penginputan data secara akurat dan real-time agar setiap kondisi dapat segera ditindaklanjuti.

«”Data yang akurat dan diperbarui secara real-time akan membantu pengambilan keputusan secara cepat. Dengan begitu, ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus bisa segera mendapatkan pelayanan,” tegasnya.»

Selain penguatan sistem pemantauan, Chandra juga mengajak seluruh tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil beserta keluarganya.

Menurutnya, pemanfaatan layanan digital kesehatan, termasuk aplikasi JKN, perlu terus didorong agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses pelayanan kesehatan.

«”Pelayanan kesehatan harus semakin mudah dijangkau masyarakat. Edukasi kepada ibu hamil dan keluarga harus terus diperkuat agar mereka memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” katanya.»

Chandra turut mengapresiasi inovasi pelayanan kesehatan sore dan malam di Puskesmas. Inovasi tersebut dinilai mampu memperluas akses layanan bagi masyarakat yang selama ini terkendala waktu untuk memeriksakan kesehatannya.

Baca Juga :  Plt Bupati : Pati Harus Dibangun di Atas Fondasi Moral yang Kuat

«”Saya juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan agar terus memberikan pelayanan yang ramah, cepat, profesional, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan masyarakat. Inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tandasnya.»

Melalui peluncuran TEMPAYAN BU HARTI, Pemerintah Kabupaten Pati berharap pengawasan terhadap ibu hamil risiko tinggi semakin optimal, koordinasi lintas sektor semakin kuat, serta angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pati dapat terus ditekan melalui pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Forkopimda Kabupaten Pati, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Pati, Kepala Dinas Kesehatan, kepala perangkat daerah terkait, para camat, Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pati, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Adapun peserta kegiatan terdiri atas para bidan dan tenaga kesehatan, perwakilan Puskesmas dan rumah sakit, perwakilan Ormas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Berita Terkait

Lapas Pati Bekerja Sama dengan Dinas Pendidikan Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Lapas Pati Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, 41 Warga Binaan Dinyatakan Negatif
Dicecar Puluhan Pertanyaan, Pelapor Dugaan Keracunan MBG SPPG Sukorejo 2 Blora Diperiksa Polisi
HUT ke-67 Pepabri Blora: Teguhkan Semangat Perjuangan, Rawat Persatuan Bangsa
WOD Bapas Pati, Hadirkan Pelayanan di Akhir Pekan untuk Klien Pemasyarakatan
SPPG Sukorejo 2 Diselidiki, Polisi Telusuri Dugaan Pidana di Kasus MBG Blora
HUT Ke-67 PEPABRI Blora, Ziarah Rombongan ke TMP Wira Bhakti Kobarkan Api Perjuangan Bangsa
Mahasiswa Untag Semarang Adukan Pengelola SPPG Sukorejo 2 ke Polres Blora, Buntut 216 Orang Terdampak Dugaan Keracunan MBG
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:36 WIB

Lapas Pati Bekerja Sama dengan Dinas Pendidikan Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Rabu, 23 September 2026 - 09:40 WIB

Lapas Pati Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, 41 Warga Binaan Dinyatakan Negatif

Selasa, 15 September 2026 - 12:12 WIB

Dicecar Puluhan Pertanyaan, Pelapor Dugaan Keracunan MBG SPPG Sukorejo 2 Blora Diperiksa Polisi

Selasa, 15 September 2026 - 12:10 WIB

HUT ke-67 Pepabri Blora: Teguhkan Semangat Perjuangan, Rawat Persatuan Bangsa

Minggu, 13 September 2026 - 09:35 WIB

WOD Bapas Pati, Hadirkan Pelayanan di Akhir Pekan untuk Klien Pemasyarakatan

Berita Terbaru