PATI – Satlantas Polresta Pati menggelar pelatihan safety driving bagi sopir ambulans Laznaz MPAQ di Mapolresta Pati, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang diikuti 20 peserta ini bertujuan meningkatkan keterampilan mengemudi sekaligus memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas bagi para pengemudi ambulans yang setiap hari bertugas memberikan pelayanan kemanusiaan.
Pelatihan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Hadir dalam kegiatan tersebut Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polresta Pati Iptu Gunawan Sutrisno, S.H., Direktur Laznaz MPAQ Ahyar, M.E., perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Witowo, M.Tr.Kep., personel Unit Kamsel Satlantas Polresta Pati, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta peserta pelatihan dari Laznaz MPAQ.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Direktur Laznaz MPAQ serta Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polresta Pati. Selanjutnya peserta menerima materi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dan pelatihan safety driving yang disampaikan Aiptu Anung Sudarsono. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pemberian doorprize, penyerahan plakat, hingga praktik mengemudikan ambulans di lapangan uji praktik Satpas Polresta Pati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati Kompol I Putu Asti Hermawan Santosa, S.I.K., M.H., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, dan lembaga sosial untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pengemudi ambulans bukan sekadar mampu mengendarai kendaraan, tetapi juga harus memahami teknik mengemudi yang aman, cepat, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.
Menurutnya, kendaraan ambulans sering dihadapkan pada situasi darurat sehingga pengemudinya harus mampu mengambil keputusan secara tepat tanpa mengabaikan aturan lalu lintas.
“Kami membekali peserta dengan pengetahuan mengenai teknik defensive driving, cara membaca potensi bahaya di jalan, hingga bagaimana menggunakan hak prioritas secara benar sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan, penggunaan hak utama bagi ambulans bukan berarti pengemudi dapat mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Meskipun membawa pasien dalam kondisi darurat, setiap pengemudi harus tetap memperhatikan kondisi lalu lintas, menjaga kecepatan yang aman, serta mengedepankan etika berkendara,” jelasnya.
Kompol I Putu berharap pelatihan tersebut menjadi bekal bagi seluruh sopir ambulans dalam menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional.
“Kami ingin setiap pengemudi ambulans memiliki kompetensi yang baik sehingga dapat memberikan rasa aman kepada pasien, keluarga pasien, maupun masyarakat selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Satlantas Polresta Pati akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai instansi dan organisasi yang membutuhkan edukasi keselamatan berlalu lintas.
“Pelatihan seperti ini akan terus kami dorong karena keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Semakin baik keterampilan para pengemudi kendaraan pelayanan publik, maka semakin besar pula peluang menekan risiko kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Kompol I Putu juga mengimbau masyarakat untuk memberikan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas dengan tetap tertib berlalu lintas. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan kejadian yang memerlukan penanganan cepat.
(Humas Resta Pati)







