2 Saksi Penting Kasus Penipuan Terdakwa Anifah Mangkir Di Persidangan, Ada Apa?

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati, JawaNews.Id – sidang perkara nomor 113/Pid.B/2025/PN.Pti antara Wiwit Vs Anifah atas dugaan kasus Penipuan dan/atau Penggelapan terpaksa harus ditunda oleh Hakim. Lantaran saksi-saksi yang dipanggil tidak Datang pada hari ini, Senin (25/8/2025).

Kuasa Hukum Korban, Dr. Teguh Hartono, S.H., M.H. usai sidang menjelaskan, jika pihaknya menangani perkara dugaan Penipuan dan Penggelapan sejumlah uang sebesar Rp. 3,1 Milyar masuk sidang Keempat dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi-saksi. Perkara ini menimpa korban Nurwiyanti dengan panggilan akrab Wiwit.

“Sidang Keempat ini dengan agenda pemeriksaan lanjutan dari Saksi-Saksi sebelumnya, yaitu Tohari, Ketua RT, Yoseptia, Sudiharsono dan Joko Santoso,” jelas Kuasa hukum korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam persidangan sebelumnya, mengdihadirkan Saksi Tohari yang merupakan Paman Anifah mengungkap fakta di persidangan, bahwa tahun 2022 kandang ayam sudah tidak digunakan dan kerjasama dengan Terdakwa tidak pernah ada.

Baca Juga :  Ramadan, DPC Squad Nusantara Pati Bagi-Bagi Ratusan Takjil Gratis

“Begitu juga Saksi Yoseptia dari pihak toko Pakan Ayam juga mengungkapkan, bahwa Terdakwa tidak pernah beli pakan ayam atau kerjasama dengan Terdakwa Anifah. Dengan tegas menyatakan kuitansi yang dibuat Terdakwa bukan dari Toko Sapta Jaya alias kuitansinya dipalsukan oleh Terdakwa,” jelasnya.

Sedangkan Saksi Sudiharsono dan Saksi Joko Santoso memberikan keterangan berbelit-belit dan tidak bersesuaian dengan bukti yang ada. Sehingga membuat JPU mengingatkan Saksi bahwa mereka seharusnya ikut serta mempertanggung jawabkan kuitansi-kuitansi yang tidak benar tersebut bersama Terdakwa.

“Fakta-fakta yang terungkap di persidangan dan kerugian yang dialaminya, berharap perkara pidana ini harus diputuskan terlebih dahulu oleh Majelis Hakim agar terdakwa Anifah tidak berdalih bahwa ini perkara perdata atau wanprestasi biasa. Sebagaimana ketentuan Pasal 29 AB (Algemene Bepalingen van wetgeving voor Indonesia) dan Pasal 1328 KUH Perdata bahwa perkara pidana seperti penipuan harus diputus terlebih dahulu daripada perkara perdatanya,” ujarnya.

Baca Juga :  KAPOLRESTA PIMPIN SERAH TERIMA JABATAN 4 PEJABAT POLRESTA PATI

Pasal 1328 KUHPerdata tegas mengatur Penipuan merupakan suatu alasan untuk membatalkan suatu persetujuan, bila penipuan yang dipakai oleh salah satu pihak adalah sedemikian rupa, sehingga nyata bahwa pihak yang lain tidak akan mengadakan perjanjian itu tanpa adanya tipu muslihat. Penipuan tidak dapat dikira-kira, melainkan harus dibuktikan.

“Menurut kami, perjanjian dapat batal demi hukum karena tidak terpenuhinya syarat yang obyektif, sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu suatu hal tertentu (Obyek Perjanjian) dan sebab yang Halal (Kausa). Hal ini berarti perjanjian tersebut tidak memiliki kekuatan hukum sejak awal dan dianggap tidak pernah ada,” ungkap Teguh Hartono yang juga Dosen Hukum Acara Pidana dan Perdata di sejumlah perguruan tinggi, dan jebolan Program Doktor Ilmu Hukum di UNS.

Penulis : Dwi S

Editor : Dian

Berita Terkait

Semarak HUT RI Ke-80, Desa Tempurejo
Penutupan Pelatihan Batik WBP: Kolaborasi Membatik, Merajut Budaya dan Kemandirian
Di Tengah Badai Politik, Ribuan Warga Kayen Doakan Sudewo Tetap Pimpin Pati
Polres Blora Tetapkan Tiga Tersangka Ledakan Sumur Minyak Ilegal, Empat Orang Tewas
HUT RI ke- 80, Jalan Desa Keser Ramai Peserta Karnaval
Resmi Dilantik, Squad Nusantara Jepara Siap menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.
Mangkir Sidang, Hakim Perintahkan Jemput Paksa 2 Saksi Kunci Dalam Kasus Anifa
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara UPT Pemasyarakatan se-Eks Karesidenan Pati dengan Yayasan Al-Ma’laa Getasrejo
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:51 WIB

Semarak HUT RI Ke-80, Desa Tempurejo

Jumat, 29 Agustus 2025 - 12:24 WIB

Penutupan Pelatihan Batik WBP: Kolaborasi Membatik, Merajut Budaya dan Kemandirian

Kamis, 28 Agustus 2025 - 15:19 WIB

Di Tengah Badai Politik, Ribuan Warga Kayen Doakan Sudewo Tetap Pimpin Pati

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:13 WIB

Polres Blora Tetapkan Tiga Tersangka Ledakan Sumur Minyak Ilegal, Empat Orang Tewas

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:09 WIB

HUT RI ke- 80, Jalan Desa Keser Ramai Peserta Karnaval

Berita Terbaru

Uncategorized

Semarak HUT RI Ke-80, Desa Tempurejo

Jumat, 29 Agu 2025 - 19:51 WIB

Uncategorized

HUT RI ke- 80, Jalan Desa Keser Ramai Peserta Karnaval

Kamis, 28 Agu 2025 - 12:09 WIB