Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Selamatkan 2 ABH melalui Diversi

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kudus, 8 Oktober 2026 — Dua Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial IN dan FA berhasil memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri setelah proses diversi yang didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Pati berhasil mencapai kesepakatan di Rutan Kudus, Kamis (8/10/2026).

Proses diversi tersebut didampingi langsung oleh PK Bapas Pati, Vica dan Romy, bersama orang tua anak, penasihat hukum, Kepala Desa, serta korban. Dalam proses ini, PK Bapas menjalankan tugasnya untuk memastikan proses peradilan anak berlangsung dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, tanpa mengabaikan kepentingan korban dan rasa keadilan.

Sebagai PK, pendampingan tidak berhenti pada melihat perkara dan perbuatan yang dilakukan anak. PK menggali secara menyeluruh latar belakang anak, kondisi keluarga, lingkungan sosial, faktor penyebab anak terlibat perkara, serta potensi dan kebutuhan anak untuk berubah.
Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pertimbangan profesional kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses diversi. PK juga berperan menjembatani kepentingan anak dan korban agar penyelesaian perkara dapat diarahkan pada pemulihan, tanggung jawab, dan terciptanya kesepakatan yang dapat diterima para pihak.

Menurut Vica, PK Bapas Pati, proses diversi bukan sekadar upaya untuk menghentikan proses peradilan anak, tetapi merupakan kesempatan bagi anak untuk memahami kesalahannya dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Kami melihat anak bukan hanya dari kesalahan yang dilakukan, tetapi juga dari latar belakang, kondisi keluarga, lingkungan, dan potensi yang dimilikinya. Melalui diversi, kami berharap anak dapat mengambil pelajaran dari perkara ini, bertanggung jawab, dan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Vica.

Vica menambahkan bahwa keberhasilan diversi juga tidak terlepas dari keterlibatan dan kesediaan seluruh pihak untuk mencari penyelesaian yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak sekaligus memperhatikan kepentingan korban.

“Yang paling penting adalah bagaimana setelah proses ini anak benar-benar mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Dukungan orang tua, keluarga, dan lingkungan sangat dibutuhkan agar anak dapat kembali menjalani kehidupan secara positif di masyarakat,” tambahnya.

Anak IN dan FA sebelumnya diduga terlibat dalam tindak pidana pengeroyokan. Melalui proses diversi, anak diberikan ruang untuk menyadari kesalahan, memahami dampak perbuatannya terhadap korban, menyampaikan tanggung jawab, dan berkomitmen untuk memperbaiki diri.
Hasilnya, proses diversi berhasil mencapai kesepakatan.

Baca Juga :  Kru Sound Horeg Starmax Tewas Tersengat Listrik Saat Karnaval di Gabus, Polisi Ungkap Kronologi

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tugas PK Bapas dalam sistem peradilan pidana anak. Diversi memberikan kesempatan kepada anak untuk tidak terjebak lebih jauh dalam proses peradilan pidana, sekaligus mendorong anak agar bertanggung jawab dan kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat.

Bagi PK Bapas, keberhasilan diversi bukan semata-mata tentang berakhirnya sebuah perkara. Lebih dari itu, diversi adalah tentang memberikan kesempatan kedua kepada anak untuk belajar dari kesalahan, memperbaiki perilaku, dan menyelamatkan masa depannya.
Pendampingan PK Bapas Pati dalam proses diversi ini berjalan dengan lancar dan menjadi wujud komitmen dalam melaksanakan tugas Pembimbingan Kemasyarakatan serta mendukung penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara anak.

Satu kesalahan tidak harus menjadi akhir masa depan. Melalui diversi, anak diberi kesempatan untuk bertanggung jawab, memperbaiki diri, dan kembali melangkah.

Berita Terkait

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal
Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba
Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta
Lapas Pati Kukuhkan Amanah Baru Pegawai melalui Pelantikan dan Penyematan Tanda Pangkat
Ribuan Massa LSM Harimau Datangi MNC Tower, Sampaikan 7 Tuntutan Yang Menyeret Hary Tanoesoedibjo
Lapas Pati Bekerja Sama dengan Dinas Pendidikan Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:17 WIB