Blora, – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang akrab disebut “gas melon” kembali dikeluhkan warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sulitnya mendapatkan pasokan membuat masyarakat menyuarakan aspirasi secara terbuka, bahkan langsung “mencolek” Wakil Bupati Blora di grup WhatsApp komunitas lokal.
Curahan hati warga itu mencuat di grup “INFO BLORA SEKITARNYA” pada Minggu (22/2/2026).
Seorang anggota dengan akun OFFICIAL1211 menyampaikan pesan terbuka yang ditujukan kepada Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pesannya, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi persoalan distribusi gas subsidi yang dinilai semakin sulit diperoleh di sejumlah wilayah.
“Kami berharap Wabup Sri Setyorini dapat membantu kami mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, sehingga masyarakat Blora dapat kembali mendapatkan gas LPG 3 kg dengan mudah dan harga yang terjangkau,” tulisnya dalam grup tersebut.
Dugaan Penimbunan Mencuat
Tak hanya mengeluhkan kelangkaan, sejumlah anggota grup juga mendesak adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.
Akun lainnya, nyoban26, secara tegas meminta dilakukan operasi terhadap dugaan penimbunan.
“Harus ada operasi penimbun gas,” tulisnya dengan nada geram.
Komentar tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain demi mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Sebagian warga bahkan mengaku harga di tingkat pengecer mulai merangkak naik akibat stok yang terbatas.
Bebani Rumah Tangga dan UMKM
Kelangkaan LPG 3 kg ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku UMKM kecil seperti pedagang makanan, yang sangat bergantung pada gas bersubsidi untuk operasional harian mereka.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Blora melalui dinas terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan-pangkalan serta berkoordinasi dengan pihak distribusi untuk memastikan pasokan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti langkah konkret dari Pemkab Blora dan pihak terkait untuk mengurai persoalan distribusi gas subsidi tersebut, agar kebutuhan masyarakat dapat kembali terpenuhi dengan normal.
Sumber Berita : Brotoseno







