PATI – Satpolairud Polresta Pati bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Juwana menggelar kegiatan Aksi CKB (Cek Kesehatan Berlayar) bagi Anak Buah Kapal (ABK) yang akan berlayar ke perairan Laut Jawa. Kegiatan berlangsung di Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang Wilayah Kerja Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., didampingi Wakasat Polairud AKP Budi Dantoso, S.T., M.H., bersama personel Satpolairud dan tim kesehatan yang dipimpin dr. Purwaningsih.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 15 ABK KM Kasih Anugrah GT 29 yang dijadwalkan berangkat melaut pada Kamis (11/6/2026) menuju perairan Laut Jawa. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kadar oksigen dalam darah (SpO2), serta riwayat kesehatan awak kapal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 14 ABK dinyatakan dalam kondisi sehat dan memiliki tekanan darah normal. Sementara satu ABK bernama Nanda terdeteksi mengalami tekanan darah tinggi dengan hasil pemeriksaan 150/97 mmHg dan suhu tubuh 36,3 derajat Celsius. Tim medis langsung memberikan obat penurun tekanan darah serta edukasi kesehatan sebagai langkah pencegahan sebelum yang bersangkutan melaksanakan pelayaran.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan bahwa kegiatan Aksi CKB merupakan upaya preventif untuk memastikan para nelayan dan awak kapal berada dalam kondisi fisik yang prima sebelum beraktivitas di laut.
“Kegiatan Aksi Cek Kesehatan Berlayar ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan para nelayan dan awak kapal sebelum melaksanakan aktivitas pelayaran. Kondisi kesehatan yang baik sangat penting untuk mendukung keselamatan kerja di laut, mengingat para ABK menghadapi berbagai tantangan dan risiko selama berlayar,” ujarnya.
Menurut Kompol Hendrik, kolaborasi antara Satpolairud Polresta Pati dan Kantor Kesehatan Pelabuhan bertujuan untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan kesehatan yang dapat membahayakan awak kapal saat berada di tengah laut.
“Melalui kolaborasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, kami berupaya memastikan setiap awak kapal yang akan melaut mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan yang menunjukkan mayoritas ABK dalam kondisi sehat menjadi indikator positif bagi keselamatan pelayaran. Sementara bagi awak kapal yang memiliki tekanan darah tinggi, penanganan medis telah diberikan agar kondisi kesehatannya tetap terjaga.
“Kami mengimbau seluruh pemilik kapal, nahkoda, maupun awak kapal agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan sebelum berangkat melaut. Keselamatan pelayaran dimulai dari kesiapan diri, termasuk kesehatan fisik para awak kapal,” tambahnya.
Selain aspek kesehatan, Kompol Hendrik juga mengingatkan masyarakat pesisir dan para nelayan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan kerja di laut, menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta segera melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan maupun kecelakaan di wilayah perairan.
“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, menemukan tindak pidana, atau mengalami keadaan darurat di wilayah perairan maupun daratan, segera hubungi layanan Kepolisian melalui Call Center 110 yang aktif selama 24 jam. Layanan ini dapat diakses secara gratis sebagai wujud pelayanan Polri kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.
(Humas Resta Pati)







