Fakta, MoU PT. Mataram Connection Nusantara(MCN) dan Paguyuban Soko Belum Kelar

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blora,- Perjanjian Kesepakatan MoU (Memorandum of Understanding) antara paguyuban desa Soko dengan Mataram Connection Nusantara, tentang kerja sama penjualan Minyak mentah ke Pertamina belum terlaksana.

Di sinyalir untuk legalitas paguyuban yang baru turun legalitasnya dari kemenkumham awal bulan ini, dan hasil musdes tentang hasil Sumur minyak desa Soko yang baru di gelar 17/06/2026.

Sedangkan syarat yang di minta dari MCN untuk melakukan MoU adalah Legalitas Paguyuban Sumur rakyat desa Soko dan hasil musyawarah desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara penjualan minyak mentah ke Pertamina sudah berjalan sebulan yang lalu mulai tanggal 21/05/2026

Kepala Desa Soko Mulyono kepada awak media mengatakan, hasil musyawarah itu sekaligus menjadi salah satu syarat dalam pengajuan kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) dengan PT Mataram Connection Nusantara (MCN).

“Kegiatan ini salah satunya untuk memenuhi persyaratan pengajuan kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) dengan PT Mataram Connection Nusantara (MCN),” katanya,

Baca Juga :  Mahasiswa Untag Semarang Adukan Pengelola SPPG Sukorejo 2 ke Polres Blora, Buntut 216 Orang Terdampak Dugaan Keracunan MBG

Menurut dia, hasil musyawarah tersebut menjadi dasar penyusunan MoU dengan PT MCN sebagai pihak yang menjembatani pengiriman minyak rakyat ke Pertamina

Pihak Mataram Diduga Ambil Untung Besar
​Melihat kalkulasi angka-angka tersebut, Mardi menilai ada indikasi penarikan keuntungan yang cukup besar oleh pihak Mataram (PT MCN).

Angkanya terbilang fantastis karena diperkirakan mencapai sekitar 14 persen dari total harga barang yang disalurkan dari masyarakat.

​Meski menyoroti selisih harga yang menggiurkan itu, Mardi meluruskan bahwa sejauh ini tidak ada pungutan liar atau iuran rutin yang dibebankan kepada pengurus maupun penyalur di tingkat bawah.
​Ia menjamin bahwa setiap rupiah yang keluar dari kas pengelola selalu didasari oleh kebutuhan operasional yang jelas dan sistematis.

​“Uang yang kami keluarkan itu benar-benar ada bukti dan laporannya,” cetus Mardi meluruskan isu yang beredar.

Baca Juga :  Lapas Pati Gelar Sholat Idul Adha 1447 H dan Penyembelihan Hewan Kurban, Wujudkan Semangat Keikhlasan dan Kepedulian

​Mardi juga memastikan bahwa roda distribusi Minyak Rakyat di wilayahnya berjalan di atas jalur hukum dan memiliki payung organisasi yang resmi.
Hal inilah yang membuat operasional di Desa Soko tetap berjalan meski diterpa isu miring soal transparansi bagi hasil.

​“Semuanya sudah ada struktur dan rencananya masing-masing. Kalau tidak ada aturan demikian, kami tidak akan berani menjalankannya. Soalnya kan sudah ada plot-plot sendiri-sendiri,” tambahnya.

​Terbongkarnya selisih harga dan besaran potongan distribusi ini langsung memicu polemik di tengah masyarakat.
Pasalnya, program Minyak Rakyat sejatinya digulirkan pemerintah demi memberikan stimulus ekonomi dan keuntungan yang proporsional bagi warga kecil, bukan justru menyusut di tengah rantai birokrasi distribusi.

Publik kini mendesak adanya transparansi total dari pihak PT MCN agar tata kelola program ini tidak mencederai rasa keadilan sosial.

Sumber Berita : Brotoseno

Berita Terkait

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal
Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba
Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta
Lapas Pati Kukuhkan Amanah Baru Pegawai melalui Pelantikan dan Penyematan Tanda Pangkat
Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Selamatkan 2 ABH melalui Diversi
Ribuan Massa LSM Harimau Datangi MNC Tower, Sampaikan 7 Tuntutan Yang Menyeret Hary Tanoesoedibjo
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:17 WIB