Blora – Meluasnya dampak bencana kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Blora mendorong Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Kabupaten Blora menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air.
Pada Kamis (6/8/2026), organisasi tersebut mendistribusikan sebanyak 15 truk tangki air bersih ke sejumlah titik di Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung, yang menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan.
Kegiatan bakti sosial tersebut dihadiri Wakil Ketua sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Harian DPC Squad Nusantara Kabupaten Blora Hendrik Supriyanto, jajaran pengurus DPC, Ketua PAC Randublatung dan Kradenan beserta anggota, Kepala Desa Plosorejo Karyono, Kamituwo Bondan Ayu, personel Polsek Randublatung, serta Koramil Randublatung.
Hendrik Supriyanto mengatakan, penyaluran bantuan tahap pertama diprioritaskan untuk warga di Dukuh Wangon dan Dukuh Tlogorejo, Desa Plosorejo, yang dinilai mengalami dampak paling berat akibat musim kemarau.
“Pada tahap pertama ini kami memprioritaskan wilayah yang paling merasakan kesulitan memperoleh air bersih. Setelah melakukan peninjauan, kami menemukan beberapa daerah yang kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Hendrik.
Ia menjelaskan, distribusi bantuan tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi langsung menjangkau beberapa titik agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi.
“Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Masyarakat membutuhkannya untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya,” katanya.
Menurut Hendrik, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Squad Nusantara DPC Blora untuk hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana kekeringan.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Pembina Squad Nusantara, Agus Andrianto, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
“Sesuai arahan Bapak Agus Andrianto selaku Pembina, Squad Nusantara diharapkan menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berperan menjaga persatuan, bukan menjadi organisasi yang menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat,” tutup Hendrik.
Penulis : Brotoseno
Editor : Dian






