Polresta Pati Gelar Workshop Anti-Bullying di SMA Negeri 3 Pati, Tekankan Peran Guru dan Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan terus digencarkan. Seksi Hukum Polresta Pati menggelar sosialisasi dan penyuluhan hukum (workshop) bertema “Menghadapi Isu-isu Bullying dan Perundungan di Lingkungan Sekolah” di SMA Negeri 3 Pati, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru tersebut diikuti oleh Wakil Kepala Sekolah bersama 114 guru dan staf pengajar. Hadir sebagai narasumber, Ps. Kasi Hukum Polresta Pati IPDA Wiji Sari, S.H., M.H., didampingi Ps. Kasubsi Luhkum AIPTU Yayuk Supriyati, S.H.

Workshop diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari pihak sekolah. Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pati menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polresta Pati yang telah memberikan edukasi hukum kepada para tenaga pendidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini, karena memberikan pemahaman yang komprehensif kepada guru dalam menghadapi persoalan bullying di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Terminal hingga Alun-alun, Tim Kesehatan Polri Pastikan Personel OLC Tetap Prima

Memasuki sesi inti, Kapolresta Pati melalui Ps. Kasi Hukum Polresta Pati IPDA Wiji Sari memaparkan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari fisik, verbal, sosial, seksual hingga cyber bullying.

“Bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk ucapan, pengucilan, hingga intimidasi melalui media sosial,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan seperti penghinaan, penyebaran rumor, hingga penganiayaan merupakan bagian dari perundungan yang harus segera ditangani.

“Perilaku yang dianggap sepele seperti mengejek atau memanggil dengan sebutan tertentu, jika dilakukan terus-menerus, dapat berdampak serius bagi korban,” tegasnya.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mencegah dan mendeteksi dini potensi kekerasan di sekolah.

“Pengawasan yang ketat dan kepekaan guru menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gerak Cepat! Dua Terduga Gangster Diamankan Warga, Polresta Pati Langsung Turun Tangan

Selain itu, ia mendorong sekolah untuk mengambil langkah preventif melalui pembentukan satgas anti-bullying.

“Sekolah perlu membentuk tim atau satgas yang fokus menangani dan mencegah kekerasan agar tercipta lingkungan belajar yang aman,” katanya.

IPDA Wiji Sari juga menekankan pentingnya pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di tingkat daerah.

“TPPK berperan penting dalam melakukan pembinaan, pengawasan, serta penanganan kasus kekerasan di satuan pendidikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penanganan kasus bullying harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berhenti pada penindakan.

“Penanganan harus mencakup aspek edukatif dan pembinaan, namun tetap tegas agar memberikan efek jera bagi pelaku,” tandasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Secara keseluruhan, workshop berjalan tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari para guru yang hadir.

Sumber Berita : Humas Polresta Pati

Berita Terkait

Polresta Pati Matangkan Ops Patuh Candi 2026, Pelanggaran Kasat Mata Jadi Perhatian Utama
Polresta Pati Libatkan Ratusan Bhabinkamtibmas untuk Percepat Skrining TBC di Kabupaten Pati
Isi Kekosongan, 242 Kepala UPTD Satuan Pendidikan Resmi Dikukuhkan
Testimoni Pelayanan SPKT Polresta Pati Bebas Pungli dan Ramah, Warga Apresiasi Pengurusan STNK Hilang
Petani Tebu Blora Kecewa, Gelar Aksi Tumpah Tebu Di GMM
Polda Jateng Kerja Sama dengan FBI Ungkap Markas Penipuan Online Internasional di Solo Raya, Transaksi Capai Rp 41 Miliar
Harlah Pancasila, Momentum Teguhkan Komitmen Kebangsaan
Polresta Pati Selidiki Penemuan Bayi Laki-Laki yang Ditinggalkan dalam Tas Belanja di Juwana
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:41 WIB

Polresta Pati Matangkan Ops Patuh Candi 2026, Pelanggaran Kasat Mata Jadi Perhatian Utama

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:43 WIB

Polresta Pati Libatkan Ratusan Bhabinkamtibmas untuk Percepat Skrining TBC di Kabupaten Pati

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:07 WIB

Isi Kekosongan, 242 Kepala UPTD Satuan Pendidikan Resmi Dikukuhkan

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:46 WIB

Testimoni Pelayanan SPKT Polresta Pati Bebas Pungli dan Ramah, Warga Apresiasi Pengurusan STNK Hilang

Senin, 1 Juni 2026 - 20:04 WIB

Petani Tebu Blora Kecewa, Gelar Aksi Tumpah Tebu Di GMM

Berita Terbaru

Uncategorized

Isi Kekosongan, 242 Kepala UPTD Satuan Pendidikan Resmi Dikukuhkan

Selasa, 2 Jun 2026 - 15:07 WIB

Uncategorized

Petani Tebu Blora Kecewa, Gelar Aksi Tumpah Tebu Di GMM

Senin, 1 Jun 2026 - 20:04 WIB