Tragis, Petani Meninggal Saat Membakar Daun Tebu di Sawah Wedarijaksa

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Seorang petani berinisial Y (60), warga Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah saat membakar daun tebu di area persawahan Blok Tarub, Desa Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Sabtu (6/6/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area lahan tebu yang sedang dibersihkan dengan cara pembakaran daun tebu kering.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban sebelumnya bekerja membakar selamper / sisa tebangan tebu di lahan tebu bersama seorang rekannya di sawah milik warga berinisial M.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban bersama rekannya mendapat tugas membakar daun tebu yang telah kering untuk membersihkan lahan. Saat itu mereka bekerja di lokasi yang berbeda dalam satu area persawahan,” ujar AKP Suntoro.

Menurutnya, beberapa saat setelah kegiatan berlangsung, rekan korban berinisial S berusaha mencari keberadaan korban karena sudah tidak terlihat di lokasi kerja.

“Saat dicari, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kondisi mengalami luka bakar yang cukup berat. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pemilik lahan dan diteruskan kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Baca Juga :  Polresta Pati Ringkus Komplotan Curanmor Antar Kabupaten, Motor Raib Saat Orkes Dangdut

Mendapat laporan dari masyarakat, Kapolsek Wedarijaksa beserta personel Polsek Wedarijaksa langsung mendatangi lokasi bersama tim medis dari Puskesmas Wedarijaksa I untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan medis, dan meminta keterangan para saksi.

“Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 90 persen pada tubuhnya. Dari pemeriksaan juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” kata AKP Suntoro.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan para saksi, polisi menduga korban meninggal dunia akibat terjebak kobaran api saat melakukan pembakaran daun tebu.

“Dugaan sementara korban terbakar saat melakukan pembakaran bekas daun tebu. Namun demikian, seluruh keterangan saksi dan hasil pemeriksaan tetap kami dokumentasikan sebagai bagian dari proses penyelidikan,” ungkapnya.

AKP Suntoro menambahkan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi yang diketahui oleh pemerintah desa setempat,” tambahnya.

Baca Juga :  Cegah Kebakaran Kapal, Satpolairud Polresta Pati Gencarkan Program SI POLA CEKAL di Dermaga Juwana

Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan berhati-hati saat aktivitas pembakaran di area pertanian, mengingat musim kemarau, juga membahayakan sekitar, agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di lahan pertanian. Pastikan kondisi aman, perhatikan arah angin, siapkan sarana pemadaman sederhana, dan sebisa mungkin tidak bekerja sendirian agar apabila terjadi keadaan darurat dapat segera memperoleh pertolongan,” ujarnya.

Selain itu, AKP Suntoro mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Kepolisian 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat dari petugas.

“Apabila masyarakat menemukan kejadian darurat, kecelakaan, kebakaran, maupun gangguan kamtibmas lainnya, segera hubungi layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam agar petugas dapat segera memberikan bantuan dan penanganan di lapangan,” pungkasnya.

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, sebuah sabit yang digunakan untuk memotong daun tebu, topi, dan korek api yang diduga digunakan untuk membakar daun tebu.

(Humas Resta Pati)

Berita Terkait

Pemkab Pati Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan untuk Lansia
Hari Lingkungan Hidup, Pati Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan
Empat Gedung Cold Storage PT Dua Putra Utama Makmur di Pati Terbakar, Kerugian Masih Dihitung
Kebakaran Hebat Landa PT Dua Putra Perkasa di Pati, Polisi dan Tim Gabungan Masih Lakukan Pemadaman
Dari Pendopo Pati, Doa Bersama Dipanjatkan untuk Kemajuan Daerah
Aduan Warga Melalui 110, Polisi Cepat Respon Bersihkan Tumpahan Oli di Jalan Sudirman Pati
Tim URC Sky Fox Polresta Pati Ungkap Cepat Kasus Pembuangan Bayi di Juwana, Pelaku Diamankan Kurang dari Lima Hari
Polresta Pati Gelar Sertijab Dua Kapolsek dan Kenaikan Pangkat Pengabdian Personel
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:54 WIB

Tragis, Petani Meninggal Saat Membakar Daun Tebu di Sawah Wedarijaksa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:07 WIB

Pemkab Pati Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan untuk Lansia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:04 WIB

Hari Lingkungan Hidup, Pati Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:01 WIB

Empat Gedung Cold Storage PT Dua Putra Utama Makmur di Pati Terbakar, Kerugian Masih Dihitung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:57 WIB

Kebakaran Hebat Landa PT Dua Putra Perkasa di Pati, Polisi dan Tim Gabungan Masih Lakukan Pemadaman

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemkab Pati Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan untuk Lansia

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:07 WIB

Uncategorized

Hari Lingkungan Hidup, Pati Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:04 WIB