Aksi Hari Anti Tambang Nasional di Pati Diwarnai Insiden Pembakaran, JMPPK Sampaikan Klarifikasi

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Aksi peringatan Hari Anti Tambang Nasional yang digelar Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) di Kabupaten Pati, Jumat 29 Mei 2026, diwarnai insiden pembakaran di depan Pendopo Kabupaten Pati. Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Lapangan aksi, Bambang Sutiknyo, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak terkait.

 

Dalam keterangannya usai aksi, Bambang menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan massa aksi merupakan bentuk penyampaian aspirasi kepada aparat dan pemerintah daerah terkait isu lingkungan dan penolakan aktivitas tambang di kawasan Pegunungan Kendeng. Aksi digelar di Mapolresta Pati dan dilanjutkan di depan Pendopo Kabupaten Pati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami selaku koordinator lapangan aksi pada hari ini bertepatan dengan Hari Anti Tambang Nasional melakukan agenda aksi di Polresta Pati dan juga di Pendopo Kabupaten Pati untuk menyampaikan aspirasi kami,” ujar Bambang Sutiknyo.

Bambang menegaskan bahwa kelompok JMPPK tidak mengundang pihak lain secara khusus untuk ikut dalam aksi tersebut. Menurutnya, kejadian pembakaran yang terjadi di depan pendopo bukan merupakan agenda ataupun bagian dari massa inti JMPPK.

“Terkait adanya insiden pembakaran di depan Pendopo Kabupaten Pati, kami tegaskan bahwa kami tidak mengundang pihak manapun untuk datang ke aksi kami pada hari ini,” tegas Bambang.

Ia juga mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang melakukan aksi pembakaran tersebut. Meski demikian, dirinya menyampaikan penyesalan atas insiden yang sempat menimbulkan perhatian masyarakat dan aparat keamanan di lokasi kegiatan.

“Namun kegiatan tadi ada insiden pembakaran itu, entah siapa yang melakukan kami juga tidak tahu. Pada intinya kami tegaskan kami tidak mengundang dari AMPB untuk bergabung ke kegiatan kami pada hari ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sempat Larikan Diri ke Madura, Polisi Kembali Tangkap Satu Pelaku Penganiayaan di DPRD Pat

Bambang menerangkan bahwa informasi aksi sebelumnya memang disebarkan secara terbuka melalui pamflet atau flyer di media sosial. Karena itu, dimungkinkan ada pihak lain yang mengetahui agenda aksi dan datang secara mandiri tanpa koordinasi dengan JMPPK.

“Karena flyer atau undangan kami sebar secara terbuka, mungkin mereka tahu dari flyer itu. Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa kami murni gerakan dari JMPPK dan tidak ada pihak lain,” ungkap Bambang.

Di akhir keterangannya, Bambang Sutiknyo kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di sela-sela aksi tersebut. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa aksi yang dilakukan JMPPK bertujuan menyampaikan aspirasi secara damai terkait kepedulian terhadap Pegunungan Kendeng dan isu lingkungan di Kabupaten Pati.

“Terkait insiden tadi saya sekali lagi mohon maaf dan saya tegaskan saya tidak mengundang dari pihak tersebut,” pungkasnya.

PATI – Aksi peringatan Hari Anti Tambang Nasional yang digelar Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) di Kabupaten Pati, Jumat 29 Mei 2026, diwarnai insiden pembakaran di depan Pendopo Kabupaten Pati. Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Lapangan aksi, Bambang Sutiknyo, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak terkait.

Dalam keterangannya usai aksi, Bambang menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan massa aksi merupakan bentuk penyampaian aspirasi kepada aparat dan pemerintah daerah terkait isu lingkungan dan penolakan aktivitas tambang di kawasan Pegunungan Kendeng. Aksi digelar di Mapolresta Pati dan dilanjutkan di depan Pendopo Kabupaten Pati.

“Kami selaku koordinator lapangan aksi pada hari ini bertepatan dengan Hari Anti Tambang Nasional melakukan agenda aksi di Polresta Pati dan juga di Pendopo Kabupaten Pati untuk menyampaikan aspirasi kami,” ujar Bambang Sutiknyo.

Baca Juga :  Kisah Haru Naura Berakhir Bahagia, Orang Tua Sampaikan Terima Kasih kepada Polresta Pati dan Polsek Terbanggi Besar

Bambang menegaskan bahwa kelompok JMPPK tidak mengundang pihak lain secara khusus untuk ikut dalam aksi tersebut. Menurutnya, kejadian pembakaran yang terjadi di depan pendopo bukan merupakan agenda ataupun bagian dari massa inti JMPPK.

“Terkait adanya insiden pembakaran di depan Pendopo Kabupaten Pati, kami tegaskan bahwa kami tidak mengundang pihak manapun untuk datang ke aksi kami pada hari ini,” tegas Bambang.

Ia juga mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang melakukan aksi pembakaran tersebut. Meski demikian, dirinya menyampaikan penyesalan atas insiden yang sempat menimbulkan perhatian masyarakat dan aparat keamanan di lokasi kegiatan.

“Namun kegiatan tadi ada insiden pembakaran itu, entah siapa yang melakukan kami juga tidak tahu. Pada intinya kami tegaskan kami tidak mengundang dari AMPB untuk bergabung ke kegiatan kami pada hari ini,” lanjutnya.

Bambang menerangkan bahwa informasi aksi sebelumnya memang disebarkan secara terbuka melalui pamflet atau flyer di media sosial. Karena itu, dimungkinkan ada pihak lain yang mengetahui agenda aksi dan datang secara mandiri tanpa koordinasi dengan JMPPK.

“Karena flyer atau undangan kami sebar secara terbuka, mungkin mereka tahu dari flyer itu. Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa kami murni gerakan dari JMPPK dan tidak ada pihak lain,” ungkap Bambang.

Di akhir keterangannya, Bambang Sutiknyo kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di sela-sela aksi tersebut. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa aksi yang dilakukan JMPPK bertujuan menyampaikan aspirasi secara damai terkait kepedulian terhadap Pegunungan Kendeng dan isu lingkungan di Kabupaten Pati.

“Terkait insiden tadi saya sekali lagi mohon maaf dan saya tegaskan saya tidak mengundang dari pihak tersebut,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal
Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba
Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan
Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta
Lapas Pati Kukuhkan Amanah Baru Pegawai melalui Pelantikan dan Penyematan Tanda Pangkat
Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Selamatkan 2 ABH melalui Diversi
Ribuan Massa LSM Harimau Datangi MNC Tower, Sampaikan 7 Tuntutan Yang Menyeret Hary Tanoesoedibjo
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Polresta Pati Gelar Salat Jumat dan Berbagi Berkah, Kombes Sigit Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Polisi Pati Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Alun-Alun, Warga Diimbau Hubungi 110 dan Jauhi Narkoba

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Lapas Pati Asesmen 44 WBP untuk Seleksi Program Rehabilitasi dan Re- Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Janji Berangkat ke Jepang Tak Kunjung Terwujud, Empat Calon Pekerja Mengaku Telah Bayar Rp35–45 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Tinjau SPPG, Chandra Harapkan Layanan MBG Kian Optimal

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:17 WIB